Pengertian Genuine Progress Indicator (GPI)

Apa itu Genuine Progress Indicator (GPI) atau

Indikator Kemajuan Asli?

Genuine progress indicator (GPI) adalah metrik yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi suatu negara. Ini sering dianggap sebagai metrik alternatif untuk indikator ekonomi produk domestik bruto (PDB) yang lebih terkenal. Indikator GPI memperhitungkan semua yang digunakan PDB tetapi menambahkan angka-angka lain yang mewakili biaya efek negatif yang terkait dengan kegiatan ekonomi, seperti biaya kejahatan, biaya penipisan ozon, dan biaya penipisan sumber daya, antara lain.

GPI menjaring hasil positif dan negatif dari pertumbuhan ekonomi untuk memeriksa apakah pertumbuhan itu bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan atau tidak.

Indikator kemajuan sejati (GPI) adalah ukuran tingkat nasional pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran.
GPI adalah metrik alternatif untuk PDB tetapi memperhitungkan eksternalitas seperti polusi.
Dengan demikian, GPI dianggap sebagai ukuran pertumbuhan yang lebih baik dari perspektif ekonomi hijau atau sosial.
Para pendukung menyarankan bahwa GPI adalah metrik yang lebih baik karena memberikan pandangan penuh tentang kesehatan suatu negara.
Kritikus menyarankan bahwa beberapa ukuran GPI terlalu subjektif, menjadikannya alat yang kurang efektif untuk mengukur pertumbuhan ekonomi.

Bagaimana Indikator Kemajuan Asli Bekerja

Indikator Kemajuan Asli adalah upaya untuk mengukur apakah dampak lingkungan dan biaya sosial dari produksi dan konsumsi ekonomi di suatu negara merupakan faktor negatif atau positif dalam kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Metrik GPI dikembangkan dari teori ekonomi hijau (yang melihat pasar ekonomi sebagai bagian dalam ekosistem). Pendukung GPI melihatnya sebagai ukuran keberlanjutan ekonomi yang lebih baik jika dibandingkan dengan ukuran PDB. Sejak 1995, indikator GPI telah berkembang pesat dan digunakan di Kanada dan Amerika Serikat. Namun demikian, kedua negara tersebut tetap melaporkan informasi ekonominya dalam PDB agar tetap sejalan dengan praktik yang semakin meluas.

Sejarah Indikator Kemajuan Asli

Pada 1930-an, pemerintahan Roosevelt mencari cara untuk mengukur output ekonomi Amerika Serikat setelah melembagakan kebijakan untuk mengatasi ekonomi yang gagal dengan menggunakan data yang meragukan. Departemen Perdagangan meminta ekonom Biro Riset Ekonomi Nasional Simon Kuznets untuk menetapkan metrik ekonomi yang lebih sesuai daripada yang digunakan sebelumnya. Sebagai tanggapan, ia mempresentasikan kepada Kongres laporannya “Pendapatan Nasional 1929-1935”, yang melahirkan konsep produk domestik bruto (PDB).

Sebelum tahun 1930-an, tidak ada cara untuk mengukur pendapatan dan output nasional.

Namun, Kuznets mengingatkan bahwa PDB tidak akan mampu mengukur kesejahteraan suatu bangsa. Jadi, sekitar 30 tahun kemudian pada tahun 1995, organisasi yang berbasis di A.S. Redefining Progress membangun gagasan ini, menciptakan jalur bagi Clifford Cobb, Ted Halstead, dan Jonathan Rowe untuk menciptakan Genuine Progress Indicator (GPI), yang terdiri dari 26 indikator. Metrik baru ini dirancang untuk mendefinisikan kesejahteraan suatu negara tidak hanya berdasarkan ukuran ekonominya, tetapi juga berdasarkan kondisi sosial, lingkungan, dan manusianya.

Karena GPI didefinisikan secara longgar, para praktisi mengembangkan parameter mereka sendiri untuk mengukur kesejahteraan ekonomi. Ketidakkonsistenan membuat sulit untuk membandingkan satu ekonomi dengan yang lain dan, oleh karena itu, membuat beberapa sedikit berguna.

Dua pertemuan GPI diadakan untuk mengatasi inkonsistensi ini, dan, sebagai hasilnya, peneliti dan praktisi memodifikasi GPI—GPI 2.0—untuk merampingkan proses akuntansi dan menggantikan metodologi kuno yang tidak memberikan gambaran yang akurat dan lengkap tentang ekonomi. Sebuah percontohan sedang berlangsung di beberapa negara bagian AS dan Kanada untuk menguji kemanjuran GPI 2.0.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *