Pengertian GAAP, Prinsip GAAP, dan Definisinya

Apa itu Gaap? Berikut penjelasan dan definisinya

GAAP merupakan kependekan dari Generally Accepted Accounting Principles. GAAP adalah kombinasi dari standar otoritatif (ditetapkan oleh dewan kebijakan) dan cara yang umum diterima untuk merekam dan melaporkan informasi akuntansi. GAAP meningkatkan kejelasan komunikasi informasi keuangan. GAAP juga merupakan sekelompok standar akuntansi dan penggunaan industri umum yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun. Standar akuntansi ini digunakan oleh organisasi untuk:

  • Mengatur informasi keuangan mereka dengan benar ke dalam catatan akuntansi;
  • Ringkaslah catatan akuntansi ke dalam laporan keuangan; dan
  • Mengungkapkan informasi pendukung tertentu.
GAAP (Generally Accepted Accounting Principles)

GAAP berasal dari pernyataan serangkaian entitas akuntansi yang disponsori pemerintah, di mana Financial Accounting Standards Board (FASB) adalah yang terbaru. Securities and Exchange Commission juga mengeluarkan pernyataan akuntansi melalui Buletin Staf Akuntansi dan pengumuman lainnya yang hanya berlaku untuk perusahaan publik, dan yang dianggap sebagai bagian dari GAAP. GAAP dikodifikasikan ke dalam Accounting Standards Codification (ASC), yang tersedia online dan dalam bentuk cetak. Salah satu alasan untuk menggunakan GAAP adalah agar siapa pun yang membaca laporan keuangan beberapa perusahaan memiliki dasar yang masuk akal untuk perbandingan, karena semua perusahaan yang menggunakan GAAP telah membuat laporan keuangan mereka menggunakan seperangkat aturan yang sama. GAAP mencakup beragam topik, termasuk:

  • Financial statement presentation
  • Assets, Revenue, Equity, Liabilities, Expenses dan Business combinations
  • Fair value
  • Foreign currency
  • Pinjaman
  • Transaksi Nonmoneter
  • Subsequent events
  • Akuntansi khusus industri

Prinsip-Prinsip GAAP (Generally Accepted Accounting Principles)

10 prinsip umum ini dapat membantu Anda mengingat misi utama dan arah sistem GAAP.

1. Prinsip Keteraturan

Akuntan telah mematuhi peraturan dan ketentuan GAAP sebagai standar.

2. Prinsip Konsistensi

Profesional berkomitmen untuk menerapkan standar yang sama selama proses pelaporan untuk mencegah kesalahan atau perbedaan. Akuntan diharapkan untuk sepenuhnya mengungkapkan dan menjelaskan alasan di balik standar yang diubah atau diperbarui.

3. Prinsip Ketulusan

Akuntan berusaha untuk memberikan gambaran yang akurat tentang situasi keuangan perusahaan.

4. Prinsip Metode yang Permanen

Prosedur yang digunakan dalam pelaporan keuangan harus konsisten.

5. Prinsip Non-Kompensasi

Baik negatif dan positif harus sepenuhnya dilaporkan dengan transparansi dan tanpa harapan kompensasi utang.

6. Prinsip Kehati-hatian

Menekankan representasi data keuangan berbasis fakta yang tidak dikaburkan oleh spekulasi.

7. Prinsip Kesinambungan

Sementara menilai aset, harus diasumsikan bisnis akan terus beroperasi.

8. Prinsip Periodisitas

Entri harus didistribusikan sepanjang periode waktu yang sesuai. Misalnya, pendapatan harus dibagi dengan periode yang relevan.

9. Prinsip Materialitas / Niat Baik

Akuntan harus berusaha keras untuk pengungkapan penuh dalam laporan keuangan.

10. Prinsip Iman Yang Sangat Baik

Berasal dari frasa Latin “uberrimae fidei” yang digunakan dalam industri asuransi. Ini mengandaikan bahwa pihak tetap jujur ​​dalam transaksi.

Perbedaan GAAP dan IFRS

GAAP digunakan terutama oleh bisnis yang melaporkan hasil keuangan mereka di Amerika Serikat. Walaupun IFRS (International Financial Reporting Standards) merupakan kerangka kerja akuntansi yang digunakan di sebagian besar negara lain. GAAP jauh lebih berbasis aturan daripada IFRS. IFRS lebih berfokus pada prinsip-prinsip umum daripada GAAP, yang membuat badan kerja IFRS jauh lebih kecil, lebih bersih, dan lebih mudah dipahami daripada GAAP. Karena IFRS masih sedang dibangun, GAAP dianggap sebagai kerangka kerja akuntansi yang lebih komprehensif.

Ada beberapa lembaga dan kelompok kerja yang secara bertahap mengurangi perbedaan antara kerangka kerja akuntansi yang berbasis GAAP dan IFRS, jadi akhirnya, harus ada perbedaan kecil dalam hasil bisnis yang dilaporkan jika beralih dari salah satu kerangka kerja ke kerangka kerja yang lainnya. Ada niat yang dinyatakan untuk menggabungkan GAAP ke IFRS, tetapi ini belum terjadi. Mengingat perbedaan pendapat yang muncul, ada kemungkinan bahwa kerangka kerja tidak akan pernah dapat digabungkan.

4 thoughts on “Pengertian GAAP, Prinsip GAAP, dan Definisinya”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *